Jumat, 26 April 2013

Demokrasi Parlementer di Negara Slovakia


Demokrasi Parlementer di Negara Slovakia
Sejak berpisah dari Republik Ceko lebih dari satu dekade lalu, nyaris tak terdengar lagi kabar mengenai Slovakia. Beberapa butir ingatan yang muncul di kepalaku hanya Bratislava, ibukotanya, yang mempunyai klub sepakbola Slovan Bratislava -- beberapa kali ikut turnamen Liga Champions dan UEFA dan Vratislav Gresko, mantan bek kiri klub sepakbola Inter Milan. Semuanya tentang sepakbola. Padahal sebenarnya masih banyak cerita dan sejarah menarik tentang Slovakia.
Melalui pameran seni grafis kontemporer yang digelar di Galeri Cemara, Menteng, beberapa minggu lalu, kita diajak mengenal lebih jauh tentang negara Eropa Timur yang satu ini.

           
SEKILAS TENTANG SLOVAKIA.
Kawasan dari Benua Eropa yang kini merupakan negara Slovakia selalu menjadi tempat berbaurnya beragam bangsa dan kebudayaan yang masing-masing meninggalkan bekasnya.
Setelah bangsa Kelt, Romawi dan Teuton, kawasan yang dewasa ini bernama Slovakia menjadi rumahnya bangsa-bangsa Slavia, yang kemudian diikuti oleh bangsa Hungaria dan Jerman. Dalam rentang tahun 1000 sampai 1918 wilayah Slovakia merupakan bagian kerajaan multinasional Hungaria, yang dikenal sebagai Hungaria Atas, dan selanjutnya bagian dari Cekoslovakia sampai tahun 1993, kecuali untuk waktu yang singkat sebagai Negara terpisah selama Perang Dunia II.

            Bahasa-bahasa yang umum digunakan di Negara ini adalah bahasa Slovakia, Jerman, dan Hungaria. Bangsa-bangsa yang berdiam di sini saling mempengaruhi satu sama lain dan hal ini memperkaya kebudayaan mereka. Dewasa ini pengaruhnya masih bisa disaksikan meskipun sangat sedikit orang Slovakia yang menyadarinya.


SELINTAS PANDANG SENI GRAFIS SLOVAKIA
Di Eropa, sebelum era percetakan modern, seni grafis (printmaking) tidak dikategorikan sebagai seni (art). Alasannya, seni grafis dianggap sebagai media komunikasi bagi penyebaran ajaran agama. Kemungkinan besar, pada abad 18 hasil cetakan printmaking mulai dipertimbangkan sebagai karya “orisinil” seorang seniman. Dalam bahasa lain, diakui sebagai seni. Pandangan ini berangsur-angsur pudar sejak seniman terkemuka dunia memanfaatkan berbagai teknik cetak ini. Setelah Eropa, seniman di Amerika menegaskan kedudukan printmaking dalam seni.


Seperti juga perkembangan seni grafis di Indonesia, grafis Slovak memperlihatkan pencapaian artistic dan teknik yang setaraf dengan perkembangan di Indonesia. Mulai dengan teknis yang paling konvensional seperti etsa, cukil kayu, litografi, hingga yang paling mutakhir dengan menggunakan cetak digital. Secara penjelajahan artistic, karya-karya mereka mencerminkan adanya persinggungan dengan perkembangan seni rupa terutama dari ikonografi jaman klasik, avant-garde Eropa, er Stalin (Komunis Soviet), hingga dengan Asia. Corak dekoratif karya Jarmila Pavlickova, surealistik Josef Duzik, ilustratifnya Jano Valter, kolasenya Igor Placka, bahkan abstrak dari Peter Augustovic yang formal atau karya Jitka Bezurova yang liris. Subyek-subyek karyanya juga beragam, mulai dari realisme-sosial, puitika kehidupan, hingga yang formal.
Perkembangan seni rupa di Slovakia dan juga di Indonesia dipengaruhi hal-hal seperti konstruk sejarah, situasi social politik dan globalisasi.
Di tengah langkanya pameran seni grafis, pameran ini pantas disambut. Selain memperkenalkan medium dan teknik, pameran ini merepresentasikan seni grafis kontemporer di Slovakia.


SENI GRAFIS KONTEMPORER SLOVAKIA,
Oleh Mgr. Zora Petrasova, wakil Asosiasi Seniman Grafis Slovakia

Seni grafis kontemporer Slovakia erat kaitannya dengan capaian terbaik dari generasi peletak dasar Seni Grafis Modern Slovakia yang diwakili oleh Mikulas Galanda, Lodovit Fulla, Koloman Sokol, Vincent Hloznik, Ernest Zmetak, Orest Dubay dan generasi sesudahnya seperti Albin Brunovsky dan lain-lainnya.

Namun cakupan kreatifitas dan keragaman seni grafis kontemporer adalah sangat luas. Ini membuktikan kepada kita kekuatan dan fleksibilitas ekspresi tentang beragam interpretasi individual originalitas serta keunikan ungkapan artistic.

Sebagai salah satu cabang seni rupa, bentuk seni grafis berkisar mulai dari yang klasik yang kebanyakan diwakili oleh generasi tua lewat imajinasi perasaan puitis dan kepekaan artistic serta meditasi simbolis. Juga, mulai dari gambar yang rasional dan konstruktif sampai yang bentuknya dideformasi dan abstrak geometris. Ada lagi karya yang dibuat dalam bentuk-bentuk yang dinamis dan dipadukan dengan susunan gambar yang berwarna. Pada karya lain kita menemukan banyak sekali hal-hal aneh dengan fantasi tanpa batas yang hubungannya sangat erat dengan humor, sarkasme dan ironi yang menyentuh. Tidak ketinggalan tokoh bersifat kiasan penuh warna dengan simbol-simbol yang ada hubungannya dengan keadaan sesungguhnya, dengan prinsip-prinsip struktur arsitektur dan dengan alam.


            Jarmila Pavlickova


Lahir 1929 di Budatin, Slovakia.
Pendidikan: (1) Akademi Seni Rupa, jurusan Seni Lukis, Praha, Republik Ceko, 1949-1953; (2) Akademi Seni Rupa dan Desain, jurusan Seni Grafis dan Ilustrasi Buku, Bratislava, Slovakia, 1953-1956.
Bergiat di bidang lukisan, seni grafis, ilustrasi buku dan seni bordir. Selama bertahun-tahun aktif berpartisipasi di berbagai grup seni dan kepengurusan galeri. Memperoleh penghargaan untuk ilustrasi buku dan seni grafis. Saat ini tinggal dan bekerja sebagai artis freelance di Bratislava, Slovakia.

Ivan Kovacik
Lahir 1959 di Topol’cany, Slovakia.
Pendidikan: Studi Grafis privat di studio asuhan artis Dusan Pulakovic.
Dari tahun 1999 menerima berbagai penghargaan pada kompetisi internasional untuk kartun dan komik di Italia, Israel, Polandia, Belgia, Perancis, Jepang, Kroasia, dan Republik Ceko. Menekuni bidang seni grafism kartun, komik, dan ilustrasi buku. Tinggal dan bekerja sebagai artis freelance di Bratislava, Slovakia.


Jano Valter
Lahir 1959 di Bratislava, Slovakia.
Pendidikan: Universitas Teknik, Bratislava, Slovakia, 1978-1984.
Menerbitkan buku cerita pendek “What A Pity, What About That”, 1999. Berpartisipasi dalam 400 kompetisi kartun di lebih 30 negara, memperoleh 27 penghargaan untuk sebuah film animasi. Bergiat di seni grafis, ilustrasi 24 buku, film animasi, kartun, desain grafis, menggambar sejak 1988 di dalam dan luar negeri, melukis, obyek, memproduksi film animasi (menulis dan bersama penulis lain membuat 36 screenplay untuk TV dan radio). Tinggal dan bekerja sebagai pengajar di Bratislava, Slovakia.


Lydia Jergusova
Lahir 1940 di Banska Bystrica, Slovakia.
Pendidikan: (1) Universitas Teknik Slovakia (STU), Fakultas Arsitektur, Bratislava, Slovakia, 1957-1963; (2) Akademi Seni Rupa dan Desain, jurusan Lukisan Monumental, Bratislava, Slovakia, 1964-1968.
Mengerjakan 33 karya seni monumental dari berbagai bahan. Mengajar di Fakultas Arsitektur, STU dan Akademi Seni Rupa, Banska Bystrica, sebagai Lektor Kepala, di mana dia pernah memimpin studio seni grafis alternatif, 1990-2000. Tahun 2004 dipilih sebagai Ketua Serikat Pekerja Seni Visual seluruh Slovakia. Menekuni bidang menggambar, permadani untuk hiasan, melukis monumental dan print. Tinggal dan bekerja di Bratislava, Slovakia.

Ondrej Rudavsky, Jr.
Lahir 1966 di Bratislava, Slovakia.
Pendidikan: (1) Kolese Seni Rupa dan Kejuruan, Studio Grafis dan Ilustrasi, Bratislava, Slovakia; (2) Akademi Seni Rupa dan Kejuruan, Studio Animasi, Praha, Rep. Ceko, 1985-1986.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar