Selasa, 30 April 2013

Bangga Nya Menjadi Seorang Pramuka


Posted by Henri Anggit Bakhtiar R.A.S.A IIS
“Bangga menjadi Pramuka Indonesia.”
Kalimat tersebut dijadikan semboyan dalam pencitraan Gerakan Pramuka yang dimotori oleh salah satu Kwartir Daerah di Indonesia. Kita sebagai anggota suatu organisasi.

memang harus bangga terhadap apa yang sedang kita tekuni, kita jalani, dan kita jadikan wadah pengembangan diri. Memilih Gerakan Pramuka sebagai organisasi yang menjembatani antara masa anak-anak kita, menyeberangi masa remaja kita, dan meniti menuju masa dewasa tentu saja adalah salah satu pilihan terbaik yang dimiliki para pemuda, terutama pemuda Indonesia.
Para insan pramuka tentunya masih mengingat betul alasan kedatangan Raja Swiss ke Indonesia khususnya ke Kwarda DIY dan Kwartir Cabang Kabupaten Magelang awal tahun 2012 kemarin. Menurut pandangan beliau Gerakan Pramuka adalah organisasi yang pantas mendapatkan julukan “Mesangger Of Peace”. Pembawa misi perdamaian. Kenapa? Karena kita tahu sendiri bahwa Gerakan Pramuka selain berasaskan Pancasila yang menyemaikan nilai-nilai luhur bangsa, organisasi yang dipimpin oleh Mantan Menteri Kesehatan ini juga tidak pernah memberikan celah-celah tumbuhnya bibit politik di dalamnya. Pramuka netral dalam artian yang sesungguhnya. Merupakan hal yang amat menyalahi asas dan prinsip yang sudah dipahami bersama jika pada unsur kegiatannya, pada visi pelaksanaannya, dan pada orientasi pembinaannya dibumbui “politik praktis”.
Selain karena Gerakan Pramuka merupakan organisasi nonpolitik, organisasi ini juga memiliki struktur yang mengakar dengan Pemerintah dari jajaran nasional sampai pedesaan sehingga menyentuh hampir semua lapisan masyarakat. Mulai dari jabatan Ketua Majelis Pembimbing Nasional yang dirangkap oleh Presiden sampai dengan Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan yang pada umumnya dirangkap oleh Kepala Sekolah. Pramuka menjadi konsumsi yang terus dibutuhkan oleh para anak-anak, pemuda, maupun para pakar pendidikan atau kepemudaan di daerahnya. Mengapa? Karena meskipun sistem strutural Pramuka terintegrasi dengan Pemerintahan, namun pelaksanaan kegiatannya memiliki metode-metode yang jauh lebih fleksibel seperti Pendidikan di luar ruangan, belajar sambil melakukan, pengamalan sistem among, dan sebagainya. Betul sekali. Pramuka sangat portable, seperti filosofi pohon kelapa yang dapat tumbuh dimana-mana, Pramuka sangat sesuai apabila diterapkan sebagai pendidikan di lapangan, namun juga tidak kalah proporsional jika harus dituntut formal apabila bersinggungan dengan pejabat-pejabat sepaket dengan protokolernya yang begitu disiplin menginginkan performa terbaik.
Dan yang patut kalian banggakan lagi adalah Gerakan Pramuka merupakan satu-satunya organisasi yang diberi amanah untuk mengenakan bendera kebangsaan di seragam hariannya dalam bentuk setangan leher dan pita leher merah putih. Kita bandingkan saja dengan para tentara dan polisi dimana mereka merupakan tonggak pertahanan dan ketertiban bangsa Indonesia. Mereka bekerja siang dan malam, mengamankan, menertibkan, mempertahankan, berjuang, bahkan tak sedikit yang mengorbankan banyak hal termasuk harta, benda, waktu sampai nyawa demi negara. Sudah selayaknya kita bangga mengenakan seragam pramuka dengan berkalung setangan leher, karena orang-orang yang berjuang demi negara (baca: polisi dan tentara) saja tidak mendapat kehormatan untuk mengenakan merah putih di dadanya. Tapi kita, sebagai anggota gerakan pramuka kadang malah menganggap kain merah dan putih itu mengganggu atau bahkan membuat kita tidak nyaman beraktifitas apabila terus mengenakannya. Sekali lagi, seharusnya kita bangga diberi kesempatan untuk terus dan tetap menjaga simbol kemerdekaan bangsa kita yakni merah putih. Bahkan aturan untuk mengenakannya di leher menyimpan filosofi yang sangat mendalam yakni diharapkan dengan adanya merah putih yang ‘mengikat’ leher kita, kita memiliki kendali dalam berperilaku agar selalu dapat menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar kita. Merah putih di leher kita juga merupakan satu pesan dari para pendiri Gerakan Pramuka bahwa “anggota Gerakan Pramuka merupakan lapis kedua dari pertahanan bangsa, setelah Tentara Nasional Indonesia.” Luar biasa! Sekarang tanyakan pada diri kita, sudahkah kita menghargai setangan leher dan pita leher sebagai amanah estafet pertahanan bangsa? Pertahanan yang tidak hanya dinilai dari fisik saja, tapi juga pertahanan dalam hal sosial, budaya, pendidikan, dan masih banyak lagi.
Gerakan Pramuka memang bukan segalanya tapi segalanya ada di Gerakan Pramuka. Pernyataan itu sangat tepat ketika kita mulai merambah ke dunia ke-Sakaan. Satuan Karya merupakan wadah pengembangan bakat dan minat anggota Gerakan Pramuka pada suatu bidang tertentu. Kenapa semuanya ada di Pramuka? Karena hampir semua aspek yang dinilai kontributif untuk bangsa terintegrasi dalam satuan karya. Bagi anggota Pramuka yang menyukai dunia militer, ada Saka Wirakartika yang siap membagi ilmu survival, navigasi darat, mountaineering dan berbagai keterampilan lain. Bagi yang tertarik dengan aeromodelling ada Saka Dirgantara yang menampung para calon perancang pesawat masa depan. Bagi yang tertarik dengan kelautan, Saka Bahari siap menjadi wadah pengembangan diri. Ada Saka Bhayangkara yang aksinya sudah tidak diragukan lagi untuk mengamankan dan menertibkan masyarakat di bawah bimbingan Kepolisian Negara Indonesia. Saka Bakti Husada bagi para anggota Gerakan Pramuka yang berminat dengan kesehatan. Saka Wanabakti, menampung anggota Gerakan Pramuka yang memiliki passion di bidang kehutanan,dan masih banyak Saka lain yang tentunya mampu mewadahi aktifitas kita, mampu mengembangkan kemampuan kita, dan yang terpenting adalah mampu memfasilitasi peran serta kita dalam membangun masyarakat sejak dini. Nah, satuan karya apa yang kalian minati?
Apabila dijelaskan satu persatu, banyak sekali hal-hal yang membuat kita semakin bangga menjadi anggota Gerakan Pramuka. Namun tentunya masing-masing pribadi memiliki kebanggaan tersendiri dengan organisasi berjenjang ini. Mungkin hal terakhir yang bisa kita bahas mengenai kebanggaan sebagai anggota Gerakan Pramuka adalah mulai tersadarnya Pimpinan Bangsa kita (baca:Pak Presiden) mengenai seberapa pentingnya Gerakan Pramuka sebagai benteng perlindungan terhadap imbas negatif globalisasi sosial, budaya, dan teknologi yang menimpa remaja saat ini. Dengan ‘menitipkan’ amanahnya kepada Menteri Pemuda dan Olahraga dan Menteri Pendidikan, setidaknya SBY mengawali Revitalisasi Gerakan Pramuka dengan rapi semenjak tahun 2006 sampai pada disahkannya UU No. 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka.
Gerakan Pramuka sudah mendapatkan perhatian dari seantero negeri. Mari buktikan bahwa kita sebagai anggota Gerakan Pramuka mampu menjadi Messanger Of Peace sekaligus kontributor Pembangunan Moral bangsa. Buktikan bahwa Gerakan Pramuka adalah solusi bagi dekadensi moral yang sedang menjadi fenomena gunung es di Indonesia. Buktikan pula dengan sederhana, bahwa anggota Gerakan Pramuka mampu menjadi teladan di lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari. Buktikan bahwa kalian bangga menjadi Pramuka!
Di Tulis Oleh: Hafizhah Lukitasari

Jumat, 26 April 2013

Demokrasi Parlementer di Negara Slovakia


Demokrasi Parlementer di Negara Slovakia
Sejak berpisah dari Republik Ceko lebih dari satu dekade lalu, nyaris tak terdengar lagi kabar mengenai Slovakia. Beberapa butir ingatan yang muncul di kepalaku hanya Bratislava, ibukotanya, yang mempunyai klub sepakbola Slovan Bratislava -- beberapa kali ikut turnamen Liga Champions dan UEFA dan Vratislav Gresko, mantan bek kiri klub sepakbola Inter Milan. Semuanya tentang sepakbola. Padahal sebenarnya masih banyak cerita dan sejarah menarik tentang Slovakia.
Melalui pameran seni grafis kontemporer yang digelar di Galeri Cemara, Menteng, beberapa minggu lalu, kita diajak mengenal lebih jauh tentang negara Eropa Timur yang satu ini.

           
SEKILAS TENTANG SLOVAKIA.
Kawasan dari Benua Eropa yang kini merupakan negara Slovakia selalu menjadi tempat berbaurnya beragam bangsa dan kebudayaan yang masing-masing meninggalkan bekasnya.
Setelah bangsa Kelt, Romawi dan Teuton, kawasan yang dewasa ini bernama Slovakia menjadi rumahnya bangsa-bangsa Slavia, yang kemudian diikuti oleh bangsa Hungaria dan Jerman. Dalam rentang tahun 1000 sampai 1918 wilayah Slovakia merupakan bagian kerajaan multinasional Hungaria, yang dikenal sebagai Hungaria Atas, dan selanjutnya bagian dari Cekoslovakia sampai tahun 1993, kecuali untuk waktu yang singkat sebagai Negara terpisah selama Perang Dunia II.

            Bahasa-bahasa yang umum digunakan di Negara ini adalah bahasa Slovakia, Jerman, dan Hungaria. Bangsa-bangsa yang berdiam di sini saling mempengaruhi satu sama lain dan hal ini memperkaya kebudayaan mereka. Dewasa ini pengaruhnya masih bisa disaksikan meskipun sangat sedikit orang Slovakia yang menyadarinya.


SELINTAS PANDANG SENI GRAFIS SLOVAKIA
Di Eropa, sebelum era percetakan modern, seni grafis (printmaking) tidak dikategorikan sebagai seni (art). Alasannya, seni grafis dianggap sebagai media komunikasi bagi penyebaran ajaran agama. Kemungkinan besar, pada abad 18 hasil cetakan printmaking mulai dipertimbangkan sebagai karya “orisinil” seorang seniman. Dalam bahasa lain, diakui sebagai seni. Pandangan ini berangsur-angsur pudar sejak seniman terkemuka dunia memanfaatkan berbagai teknik cetak ini. Setelah Eropa, seniman di Amerika menegaskan kedudukan printmaking dalam seni.


Seperti juga perkembangan seni grafis di Indonesia, grafis Slovak memperlihatkan pencapaian artistic dan teknik yang setaraf dengan perkembangan di Indonesia. Mulai dengan teknis yang paling konvensional seperti etsa, cukil kayu, litografi, hingga yang paling mutakhir dengan menggunakan cetak digital. Secara penjelajahan artistic, karya-karya mereka mencerminkan adanya persinggungan dengan perkembangan seni rupa terutama dari ikonografi jaman klasik, avant-garde Eropa, er Stalin (Komunis Soviet), hingga dengan Asia. Corak dekoratif karya Jarmila Pavlickova, surealistik Josef Duzik, ilustratifnya Jano Valter, kolasenya Igor Placka, bahkan abstrak dari Peter Augustovic yang formal atau karya Jitka Bezurova yang liris. Subyek-subyek karyanya juga beragam, mulai dari realisme-sosial, puitika kehidupan, hingga yang formal.
Perkembangan seni rupa di Slovakia dan juga di Indonesia dipengaruhi hal-hal seperti konstruk sejarah, situasi social politik dan globalisasi.
Di tengah langkanya pameran seni grafis, pameran ini pantas disambut. Selain memperkenalkan medium dan teknik, pameran ini merepresentasikan seni grafis kontemporer di Slovakia.


SENI GRAFIS KONTEMPORER SLOVAKIA,
Oleh Mgr. Zora Petrasova, wakil Asosiasi Seniman Grafis Slovakia

Seni grafis kontemporer Slovakia erat kaitannya dengan capaian terbaik dari generasi peletak dasar Seni Grafis Modern Slovakia yang diwakili oleh Mikulas Galanda, Lodovit Fulla, Koloman Sokol, Vincent Hloznik, Ernest Zmetak, Orest Dubay dan generasi sesudahnya seperti Albin Brunovsky dan lain-lainnya.

Namun cakupan kreatifitas dan keragaman seni grafis kontemporer adalah sangat luas. Ini membuktikan kepada kita kekuatan dan fleksibilitas ekspresi tentang beragam interpretasi individual originalitas serta keunikan ungkapan artistic.

Sebagai salah satu cabang seni rupa, bentuk seni grafis berkisar mulai dari yang klasik yang kebanyakan diwakili oleh generasi tua lewat imajinasi perasaan puitis dan kepekaan artistic serta meditasi simbolis. Juga, mulai dari gambar yang rasional dan konstruktif sampai yang bentuknya dideformasi dan abstrak geometris. Ada lagi karya yang dibuat dalam bentuk-bentuk yang dinamis dan dipadukan dengan susunan gambar yang berwarna. Pada karya lain kita menemukan banyak sekali hal-hal aneh dengan fantasi tanpa batas yang hubungannya sangat erat dengan humor, sarkasme dan ironi yang menyentuh. Tidak ketinggalan tokoh bersifat kiasan penuh warna dengan simbol-simbol yang ada hubungannya dengan keadaan sesungguhnya, dengan prinsip-prinsip struktur arsitektur dan dengan alam.


            Jarmila Pavlickova


Lahir 1929 di Budatin, Slovakia.
Pendidikan: (1) Akademi Seni Rupa, jurusan Seni Lukis, Praha, Republik Ceko, 1949-1953; (2) Akademi Seni Rupa dan Desain, jurusan Seni Grafis dan Ilustrasi Buku, Bratislava, Slovakia, 1953-1956.
Bergiat di bidang lukisan, seni grafis, ilustrasi buku dan seni bordir. Selama bertahun-tahun aktif berpartisipasi di berbagai grup seni dan kepengurusan galeri. Memperoleh penghargaan untuk ilustrasi buku dan seni grafis. Saat ini tinggal dan bekerja sebagai artis freelance di Bratislava, Slovakia.

Ivan Kovacik
Lahir 1959 di Topol’cany, Slovakia.
Pendidikan: Studi Grafis privat di studio asuhan artis Dusan Pulakovic.
Dari tahun 1999 menerima berbagai penghargaan pada kompetisi internasional untuk kartun dan komik di Italia, Israel, Polandia, Belgia, Perancis, Jepang, Kroasia, dan Republik Ceko. Menekuni bidang seni grafism kartun, komik, dan ilustrasi buku. Tinggal dan bekerja sebagai artis freelance di Bratislava, Slovakia.


Jano Valter
Lahir 1959 di Bratislava, Slovakia.
Pendidikan: Universitas Teknik, Bratislava, Slovakia, 1978-1984.
Menerbitkan buku cerita pendek “What A Pity, What About That”, 1999. Berpartisipasi dalam 400 kompetisi kartun di lebih 30 negara, memperoleh 27 penghargaan untuk sebuah film animasi. Bergiat di seni grafis, ilustrasi 24 buku, film animasi, kartun, desain grafis, menggambar sejak 1988 di dalam dan luar negeri, melukis, obyek, memproduksi film animasi (menulis dan bersama penulis lain membuat 36 screenplay untuk TV dan radio). Tinggal dan bekerja sebagai pengajar di Bratislava, Slovakia.


Lydia Jergusova
Lahir 1940 di Banska Bystrica, Slovakia.
Pendidikan: (1) Universitas Teknik Slovakia (STU), Fakultas Arsitektur, Bratislava, Slovakia, 1957-1963; (2) Akademi Seni Rupa dan Desain, jurusan Lukisan Monumental, Bratislava, Slovakia, 1964-1968.
Mengerjakan 33 karya seni monumental dari berbagai bahan. Mengajar di Fakultas Arsitektur, STU dan Akademi Seni Rupa, Banska Bystrica, sebagai Lektor Kepala, di mana dia pernah memimpin studio seni grafis alternatif, 1990-2000. Tahun 2004 dipilih sebagai Ketua Serikat Pekerja Seni Visual seluruh Slovakia. Menekuni bidang menggambar, permadani untuk hiasan, melukis monumental dan print. Tinggal dan bekerja di Bratislava, Slovakia.

Ondrej Rudavsky, Jr.
Lahir 1966 di Bratislava, Slovakia.
Pendidikan: (1) Kolese Seni Rupa dan Kejuruan, Studio Grafis dan Ilustrasi, Bratislava, Slovakia; (2) Akademi Seni Rupa dan Kejuruan, Studio Animasi, Praha, Rep. Ceko, 1985-1986.

Manfaat Senyum :)

10 Manfaat Senyum Yang Perlu Diketahui
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzEeQFlYIYwt5KTp1av_DW8rJOBqNd_fuG58DKWiE2Q97-J1U2jPySooh2lkNWaL-VUdBKTLkkdlYzwB_UYBQPzh3hzQvDbFR2gp2r-IhS_gbEYuz6I7sWKBfRvZbbcDLhdJj2URJWEe_B/s1600/Manfaat-Senyum-yang-Perlu-Diketahui.jpg


Manfaat Senyum - Pada posting yang cukup menarik kali ini, yaitu Fakta Tentang Manfaat Tersenyum yang perlu Anda ketahui. Anda harus tau manfaatnya,maka dari itu setelah membaca artikel Manfaat Senyum ini Anda harus sering-sering tersenyum. Berikut 10 Tips Manfaat Tersenyum :

1. Senyum membuat kita lebih menarik
Kita akan selalu tertarik pada orang yang selalu tersenyum. Orang yang selalu tersenyum punya daya tarik tersendiri. Wajah yang berkerut, cemberut, membuat orang menjauh dari kita , tetapi sebaliknya senyum bisa membuat mereka tertarik.

2. Senyum mengubah mood kita
Ketika kita merasa jatuh atau “down” cobalah untuk tersenyum. Mungkin saja mood kita akan berubah menjadi lebih baik.

3. Senyum dapat merangsang orang lain tersenyum
Ketika seseorang tersenyum maka senyum tersebut akan membuat suasana menjadi lebih cerah, mengubah mood orang lain yang ada disekitarnya dan membuat semua orang menjadi senang. Orang yang suka tersenyum membawa kebahagiaan buat orang yang ada di sekitarnya. Seringlah tersenyum maka Kamu akan disukai oleh banyak orang.

4. Senyum dapat mengurangi stres
Jika tanda-tanda stres menyerang kamu, maka wajah Kamu sangat tidak enak untuk dipandang, sesegera mungkin untuk tersenyum karena senyum membantu mencegah kesan bahwa kita sebenarnya sedang stres, lelah atau merasa “down”. Jika Kamu sedang stres cobalah untuk tersenyum, maka stres Kamu akan berkurang dan Kamu akan merasa lebih baik untuk membuat langkah selanjutnya.

5. Senyum meningkatkan sistem imun (kekebalan) tubuh
Senyum dapat membantu kerja imun tubuh agar dapat bekerja dengan baik. Ketika Kamu tersenyum, fungsi imun meningkatkan kemungkinan Kamu menjadi lebih rileks.

6. Senyum menurunkan tekanan darah
Ketika Kamu tersenyum, maka tekanan darahmu akan menurun. Jika Kamu gak percaya, Kamu boleh mencobanya sendiri, jika Kamu memiliki alat pengukur tekanan darah di rumah.

7. Senyum mengeluarkan endorphins (pereda rasa sakit secara alami) dan serotonin
Beberapa studi telah menunjukkan bahwa senyum dapat merangsang pengeluaran endorphin, pereda rasa sakit yang alami, serta serotonin. Senyum memang obat yang alami.

8. Senyum dapat melenturkan kulit wajah dan membuat Kamu terlihat lebih muda
Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum ikut membuat Kamu terlihat lebih muda. Jika Kamu ingin sesuatu yang beda, maka berikan senyummu sepanjang hari, maka Kamu akan terlihat lebih muda dan merasa lebih baik. Karena itu dapat Menghilangkan Jerawat juga.

9. Senyum membuat Kamu tampak sukses
Orang yang tersenyum terlihat lebih percaya diri dalam menjalani hidupnya. Cobalah tersenyum saat Kamu melakukan pertemuan dan saat ada janji. Rekan-rekan kerja, sahabat, orang-orang terdekat Kamu akan merasakan sesuatu yang berbeda dan sukses.

10. Senyum membuat Kamu tetap positif
Senyumlah! Lalu sekarang cobalah berpikir sesuatu yang negatif tanpa berhenti tersenyum. Sulitkan? Karena ketika Kamu tersenyum maka senyum tersebut akan mengirimkan sinyal ke tubuh Kamu bahwa “hidup Kamu saat ini baik-baik saja”.

Maka jauhkan diri Kamu dari depresi, stres dan rasa khawatir dengan satu kata yaitu "senyum", tentu saja dengan memberikan senyum pada tempat dan suasana yang tepat. Jika berlebihan, maka orang lain akan menganggap Kamu kurang waras.

Nah sekarang udah tau manfaat senyum kan :) nah mulai dari sekarang mari kita hiasi hari hari kita dengan senyuman :)


Jumat, 12 April 2013

Jenis - Jenis Majas


 Ã¼ Beberapa jenis puisi majas diantaranya adalah:

# MAJAS PERBANDINGAN
Contoh:

Oh bangsa tercintaku..
Bangsa yang terombang - ambing oleh badai politik nasional yang tidak berujung
Membuat bangsaku ini laksana berada di ujung tanduk sebuah kehancuran
Bangsaku..tanah airku..bangsa yang kaya namun kurasakan betapa sulitnya mencari sebutir nasi di negeri sendiri ini..


# MAJAS METAFORA
Contoh:

Kami adalah anak kampung
Kami adalah anak dusun
Kami adalah anak yang tumbuh diantara suburnya rasa bergotong royong dan manisnya tutur sapa akrab antar orang kampung satu dan lainnya..

# MAJAS PERSONIFIKASI
Contoh:

Aku ingin mencintaimu seperti sendok yang mencintai garpu
Aku akan selalu setia kepadamu seperti sikat pasta gigi yang setia kepada sikat gigi.
Aku selalu berkorban untukmu seperti lilin yang mengorbankan dirinya meleleh demi menjaga supaya api tetap bisa menyala

# MAJAS HIPERBOLA
Contoh:

Walaupun mentari membakar kulitku, aku akan terus berjalan mencari cintamu
Meski tenggorokanku kering kerontang menahan dahaga, aku akan tetap brdiri dibawah teriknya mentari menantimu
Biar peluru menembus dadaku, akan kuperjuangkan detak jantungku untuk tetap berdetak sampai aku melihat wajahmu yang ayu.

# MAJAS REPETISI
Contoh:

Buku..
Buku ku hanya satu
Buku itu selalu ada padaku
Buku ang selalu aku rindu
Buku yang selalu menemaniku kapanpundan dimanapun aku berada
Bukuku yang satu itu kini telah hilang..siring dengan hilangnya semangat hidupku.

Kamis, 04 April 2013

Lima Sekawan di Pulau Harta


Lima Sekawan di Pulau Harta

Tugas Bahasa Indonesia ( Sinopsis Novel )

1.     Judul Novel                     : Lima Sekawan di Pulau Harta
2.     Nama pengarang              : Enid Blyton
3.     Penerbit,Tahun Terbit      : PT Gramedia Utama Jakarta,2002
4.     Tebal Buku                      : 240 halaman
5.     Ukuran Buku                   : 18 cm
6.     Unsur Intrinsik
·     1   Tema cerita       : Petualangan Remaja
·       2   Tokoh cerita
              Tokoh Utama: 1. Julian
                                      2. Dick
                                      3. George
                                      4. Anne
                                      5. Tim
            Tokoh Figuran: 1. Ayah
                                      2. Ibu
                                      3. Bibi Fanny
                                      4. Paman Quentin
                                      5. Alf
                                      6. Dua orang penjahat
·       3.  Watak / Penokohan:
       Tokoh Utama: 1. Julian : pemberani,cerdik,dewasa
                               2. Dick   : pemberani,cerdik
                               3. George : tangkas, pemberani,cerdik
                               4. Anne : penakut,cengeng
                               5. Tim : pemberani,penolong
    Tokoh Figuran : 1. Ayah : perhatian
                               2. ibu : perhatian
                               3. Bibi Fanny : ramah,baik hati
                               4.Paman Quentin : pekerja keras,pemarah
                               5. Alf : baik hati
                               6.Dua orang penjahat: Jahat
·         4 Setting            : 1. tempat: Pulau Kirrin
                              2. waktu  : sore hari
                              3. suasana : menegangkan
·      5  Alur                : alur maju,karena cerita di jalin urut dari awal perkenalan, penampilan
                                 masalah,klimaks,anti klimaks,penyelesaian.

·       6 Sudut Pandang           : orang pertama

·        7 Pesan pesan / amanat :
a)     Jadilah anak yang pemberani
b)    Saat menghadapi masalah jangan mudah menyerah
c)     Jadilah orang yang mementingkan kebersamaan dan janganlah egois

7.Sinopsis cerita :
                    Liburan kali ini,ayah dan ibu mengusulkan kami berlibur ke Pondok Kirrin,dimana Bibi Fanny,Paman Quentin dan Georgina sepupu kami tinggal. Di Pondok Kirrin kami bertemu dengan Paman Quentin yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya, Bibi Fanny yang ramah dan Georgina yang aneh.Georgina aneh karena ia anak perempuan yang bertingkah layaknya lelaki,anak perempuan berrambut pendek dan tak mau dipanggil Georgina,menurutnya nama itu  seperti nama perempuan.Ia hanya mau menyahut jika di panggil George,ia tak bersahabat dengan kami.Tetapi suatu sore,ia mengajak kami ke Pulau Kirrin,pulau kepunyaannya.Pulau kecil itu terletak di tengah laut biru yang indah dan disana terdapat bongkahan Puri yang sudah tua,namanya Puri Kirrin.Kami juga bertemu dengan Tim,ia sangatlah lucu sebagai anjing yang besar,ia bersahabat dengan kami.Ia dipelihara oleh Alf.Setiap hari George memberikan uang jajannya pada Alf.
                          Suatu sore kami menginap di Pulau Kirrin,tetapi hari itu cuaca kurang mendukung karena terjadi angin ribut.ombak begitu dahsyat dengan suara yang menusuk telinga,awan hitan memenuhi langit sampai mentari tak mau muncul.Setelah badai mereda,ada sebuah kapal tua tersangkut di antara bongkahan batu besar karena terdorong ombak yang begitu dahsyat.Kami memutuskan untuk memeriksanya besok.Kami tidur lebih cepat,supaya besok bisa meneliti kapal itu pagi-pagi.Pagipun datang,Julian,Dick ,George dan Tim sudah memeriksa kapal itu,mereka menemukan peti yang di dalamnya bertuliskan “Ingots” yang artinya emas batangan dan sebuah peta ruangan bawah tanah Puri Kirrin.kami mengira emas itu ada di sana.Tetapi di rumah Paman Quentin mengejutkan kami ,ia hendak menjual Pulau Kirrin.Kami langsung menuju Pulau Kirrin dan mencari ruang bawah tanah sebelum Pulau Kirrin terjual. Disana kami menemukan ruang bawah tanah.Disana terdapat ruangan kecil yang aneh ,kami membuka ruangan itu.Disana terdapat logam kuning kecoklatan.akhirnya kami menemukan harta yang kami cari.Terdengar suara langkah kaki dari luar,dua orang penjahat mengurubg Julian dan George dalam ruangan itu.Dick menyelamatkan mereka.kami langsung ke Pondok Kirrin dan bercerita kepada Paman Quentin.Ia langsung menelepon polisi untuk menangani penjahat itu.
                          Akhirnya,Pulau Kirrin tidak jadi dijual.Pulau Kirrin,Pulau Kirrin dan Tim anjing besar itu menjadi milik kami.Ini merupakan suatu pengalaman mengasyikkan yang tak terlupakan.